Seringkali
ada dari kita yang menjalankan kehidupan, tanpa memikirkan pentingnya perintah
Tuhan untuk beribadah. Padahal Do’a dan Ibadah memberikan banyak keuntungan
bagi kita.
Melalui
Doa dan Ibadah, kita bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan dan meminta apa saja yang kita
inginkan. Namun mengapa banyak dari kita masih sangat jarang berdoa? Berikut
ini paparan mengenai hubungan dari Ibadah dengan Psikologi Kesehatan.
Doa adalah bentuk
dari keinginan seseorang untuk berkomunikasi dengan Sang Penciptanya.
Sebagaimana disampaikan oleh Burkhardt dan Nagai – Jacobson (2005) dalam
Seaward (2013), bahwa “Sebagai ekspresi dari jiwa seseorang, doa dan ibadah
berasal dari insting terdalam manusia yang mengalir dari inti kepercayaan
seseorang yang merindukan Tuhan dan menyadari adanya keterhubungan antara
seseorang dengan Inti Kehidupannya.
Micozzi (2006, dalam Seaward (2013), mencatat bahwa
manfaat doa terhadap kesehatan mungkin telah mulai dirasakan sebelum masa
prasejarah, dan terus berlanjut hingga saat ini sebagai prinsip pokok yang
ditemukan di hampir semua agama.
Seaward (2013)
menyampaikan bahwa Ibadah dan Doa bisa berpengaruh secara signifikan terhadap
proses pemulihan kesehatan seseorang. Ia juga menyampaikan bahwa
penelitian-penelitian terbaru memperlihatkan bahwa pelaksanaan ibadah agama
seperti kehadiran seseorang di rumah ibadah untuk berdoa dan shalat atau ibadah
sejenisnya, memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional seseorang.
Matthew
& Clark (1998) dalam Seaward (2013) menjelaskan hasil dari berdoa dalam
paparan berikut ini : “tentu saja, kita tahu bahwa faktor keimanan bukanlah
parasetamol—rasio kematian untuk manusia masih tetap di angka 100%. Tapi bahkan
pada saat penyembuhan fisik tidak terjadi, namun tingkat kesembuhan seseorang
selalu membaik dalam beberapa derajat dengan melakukan ritual ibadah, dan
seringkali membaiknya kesehatan ini ada dalam bentuk kedamaian dalam hati klien
atau pasien dalam menghadapi penyakit berat atau cacat fisik yang terjadi”.
Untuk menghadapi berbagai keluhan penyakit fisik yang muncul
setelah di-atas usia 40 tahun, kita memerlukan pemaknaan hidup yang baru, agar
kita bisa menyesuaikan diri dengan baik terhadap berbagai perubahan yang
terjadi, terutama di masa menjelang pensiun. Untuk itu, di dalam Program Masa
Persiapan Pensiun, ESQ MPP membuat sesi khusus mengenai Wisdom Living. Selain
itu kami juga mengadakan sesi Kesehatan, bersama dokter khusus yang mendalami
berbagai penyakit yang biasa muncul di usia menengah lanjut.
Pelatihan Persiapan Pensiun yang baik, seyogyanya memiliki
sesi khusus untuk pengembangan aspek Spiritual, terutama dalam hal pemaknaan
dari ibadah yang sehari-harinya merupakan kewajiban tiap individu kepada
Tuhannya. Hanya dengan menemukan makna Ibadah melalui pemaknaan-lah, barulah
para peserta bisa merubah mindset mereka mengenai hidup.
Untuk kemudian,
setelah mindset peserta Pelatihan Persiapan Pensiun menjadi mantap dan tidak
lagi goyah, maka dari situ kemudian
tumbuhlah semangat dan aspirasi hidupnya. Hal inilah yang membuat para peserta
selalu merindukan Training ESQ.
Melalui Training ESQ MPP, para peserta
Pelatihan Pensiun kemudian dapat terbebas dari kecemasan mereka, dan memiliki
kekuatan untuk mengejar cita-cita di Masa Pensiun mereka. Untuk mengetahui
berbagai hal seputar ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ MPP), anda bisa langsung
mengunjungi www.esqmpp.com .
Tags : konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang, seputar sdm indonesia
Tags : konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang, seputar sdm indonesia
