Selasa, 11 Oktober 2016

Mencari Tuhan di Penghujung Usia




 
Seringkali ada dari kita yang menjalankan kehidupan, tanpa memikirkan pentingnya perintah Tuhan untuk beribadah. Padahal Do’a dan Ibadah memberikan banyak keuntungan bagi kita. 

Melalui Doa dan Ibadah, kita bisa berkomunikasi langsung dengan    Tuhan dan meminta apa saja yang kita inginkan. Namun mengapa banyak dari kita masih sangat jarang berdoa? Berikut ini paparan mengenai hubungan dari Ibadah dengan Psikologi Kesehatan. 

Doa adalah bentuk dari keinginan seseorang untuk berkomunikasi dengan Sang Penciptanya. Sebagaimana disampaikan oleh Burkhardt dan Nagai – Jacobson (2005) dalam Seaward (2013), bahwa “Sebagai ekspresi dari jiwa seseorang, doa dan ibadah berasal dari insting terdalam manusia yang mengalir dari inti kepercayaan seseorang yang merindukan Tuhan dan menyadari adanya keterhubungan antara seseorang dengan Inti Kehidupannya. 

                Micozzi (2006, dalam Seaward (2013), mencatat bahwa manfaat doa terhadap kesehatan mungkin telah mulai dirasakan sebelum masa prasejarah, dan terus berlanjut hingga saat ini sebagai prinsip pokok yang ditemukan di hampir semua agama. 

                Seaward (2013) menyampaikan bahwa Ibadah dan Doa bisa berpengaruh secara signifikan terhadap proses pemulihan kesehatan seseorang. Ia juga menyampaikan bahwa penelitian-penelitian terbaru memperlihatkan bahwa pelaksanaan ibadah agama seperti kehadiran seseorang di rumah ibadah untuk berdoa dan shalat atau ibadah sejenisnya, memiliki pengaruh terhadap kondisi fisik dan emosional seseorang. 

                Matthew & Clark (1998) dalam Seaward (2013) menjelaskan hasil dari berdoa dalam paparan berikut ini : “tentu saja, kita tahu bahwa faktor keimanan bukanlah parasetamol—rasio kematian untuk manusia masih tetap di angka 100%. Tapi bahkan pada saat penyembuhan fisik tidak terjadi, namun tingkat kesembuhan seseorang selalu membaik dalam beberapa derajat dengan melakukan ritual ibadah, dan seringkali membaiknya kesehatan ini ada dalam bentuk kedamaian dalam hati klien atau pasien dalam menghadapi penyakit berat atau cacat fisik yang terjadi”. 

        Untuk menghadapi berbagai keluhan penyakit fisik yang muncul setelah di-atas usia 40 tahun, kita memerlukan pemaknaan hidup yang baru, agar kita bisa menyesuaikan diri dengan baik terhadap berbagai perubahan yang terjadi, terutama di masa menjelang pensiun. Untuk itu, di dalam Program Masa Persiapan Pensiun, ESQ MPP membuat sesi khusus mengenai Wisdom Living. Selain itu kami juga mengadakan sesi Kesehatan, bersama dokter khusus yang mendalami berbagai penyakit yang biasa muncul di usia menengah lanjut.

        Pelatihan Persiapan Pensiun yang baik, seyogyanya memiliki sesi khusus untuk pengembangan aspek Spiritual, terutama dalam hal pemaknaan dari ibadah yang sehari-harinya merupakan kewajiban tiap individu kepada Tuhannya. Hanya dengan menemukan makna Ibadah melalui pemaknaan-lah, barulah para peserta bisa merubah mindset mereka mengenai hidup. 

             Untuk kemudian, setelah mindset peserta Pelatihan Persiapan Pensiun menjadi mantap dan tidak lagi goyah, maka  dari situ kemudian tumbuhlah semangat dan aspirasi hidupnya. Hal inilah yang membuat para peserta selalu merindukan Training ESQ. 

              Melalui Training ESQ MPP, para peserta Pelatihan Pensiun kemudian dapat terbebas dari kecemasan mereka, dan memiliki kekuatan untuk mengejar cita-cita di Masa Pensiun mereka. Untuk mengetahui berbagai hal seputar ESQ Masa Persiapan Pensiun (ESQ MPP), anda bisa langsung mengunjungi www.esqmpp.com .



 Tags :  konsultan pelatihan pensiun, konsultan pensiun, masa persiapan pensiun, pelatihan pensiun, pelatihan persiapan pensiun, training pensiun, training persiapan pensiun, manajemen pensiun, mpp training, bersiap pensiun, sambut masa gemilang, seputar sdm indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar